Instan

Apa yang kebayang setelah baca judul postingan ini? Mie instan? Kopi instan?

Menurut KBBI, kata instan berarti langsung (tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan. Ada yang mengidentikkan kata instan dengan praktis, cepat, GPL (Gak Pake Lama).

Hampir setiap orang ingin mendapatkan hasil yang instan, cepat, gak ribet, ben ndang mari (biar cepat selesai). Begitu juga dalam pengobatan di dunia medis, pasien ingin segera sembuh & kembali beraktifitas, sehingga tidak mengeluarkan banyak biaya.

Sayangnya, pada beberapa kasus medis, pengobatan tidak bisa instan, termasuk pengobatan di bidang Andrologi.

Pengobatan di bidang Andrologi relatif perlu waktu yang lebih lama. Hal inilah yang terkadang membuat terapi Andrologi tidak tuntas, putus tengah jalan, pasien tidak kontrol kembali.

Mengapa tidak bisa instan?

Pertama, kembali lagi ke berat-ringannya kasus. Ibarat membangun rumah, bangun rumah sederhana lebih cepat, lebih murah, lebih gak ribet dibandingkan bangun rumah mewah. Semakin berat kasusnya, pengobatan perlu lebih intensif. Masih mencari alternatif yang cepat? Mungkin bisa, namun biaya nya jauh lebih besar karena menggunakan teknologi yang lebih canggih.

Kedua, pengobatan yang diberikan diharapkan tidak mengubah sistem kerja tubuh. Ibarat jalan tol, sistem / aturan main di jalan tol adalah kecepatan minimum 60 km/jam & maksimum 100 km/jam. Kebayang bila ada mobil yang bertentangan dengan sistem tersebut, bila terlalu lambat akan bikin macet, bila terlalu cepat akan mengganggu pengguna jalan tol lainnya. Buntutnya kedua akan mengganggu kelancaran jalan tol itu. Seperti yang sudah diketahui, sistem tubuh manusia itu begitu kompleks & ribet. Satu sistem / bagian saling berhubungan satu dengan yang lain. Teknologi & ilmu pengetahuan medis saat ini masih terus berkembang & berusaha mencari terapi jalan pintas yang tidak mengganggu sistem tubuh lainnya.

Ketiga, respon tubuh manusia yang berbeda-beda. Setiap orang tidaklah sama, sekalipun itu kembar. Ada yang makan sambel sesendok sudah kebakaran jenggot, sedangkan yang lain adem ayem. Dosis obat pasien A tidak “berefek” pada pasien B dengan keluhan yang sama dengan pasien A.

Keempat, tidak telaten. Tubuh manusia pada dasarnya memiliki kemampuan untuk perbaiki diri. Kebiasaan – kebiasaan yang merusak tubuh, seperti merokok, pola makan tak seimbang, polusi, kebiasaan lain yang buruk terhadap kesehatan akan menghambat proses “perbaiki diri” tersebut. Obat obatan yang diberikan untuk membantu mengembalikan fungsi organ tubuh tidak banyak “berefek” bila anjuran / pantangan tidak telaten diikuti.

Demikian juga baca postingan kali ini, tidak bisa instan, terlalu panjang.

Pengobatan medis masih terus berkembang. Dan perkembangan tersebut tidaklah mudah & murah. Sehingga bila ingin instan, mungkin alternatif yang bisa ditawarkan adalah teknologi canggih yang mahal harganya. Dan harap diingat, secanggih canggihnya teknologi tersebut, kegagalan terapi pun masih bisa terjadi.

Alangkah baiknya bila dalam pengobatan Andrologi, pasien berobat / kontrol secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh sang dokter. Hal ini bermanfaat untuk memonitor & memantau perkembangan terapi yang telah diberikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close